cerita pengalaman pribadi

Standar

atok bujang Says:
7 January 2011 at 17:19

ada suatu cerita pengalaman pribadi….

almarhum mertua saya seorang marinir orang jawa solo asli

sepanjang karir militer nya beliau aktif pada istana negara di

mana pada saat itu pak soekarno sebagai presiden nya

beliau beberapa kali sebgai pasukan chakrabirawa persis

mengawal pak karno terbukti ada photo pada sebuah buku

terbitan sebuah penerbit tentang pak karno dan fhoto

mertua ada di belakang mengawal pak karno.

seperti layak nya seorang jawa asli sangat memegang kental pakem jawa kejawen nya.

karena ilmu kajawan almarhum cukup tinggi pada saat

dokterRS pertamina memvonis beliau ajal nya sudah dekat

maka tiba2 saja beliau kembali sehat dan ini berlangsung

8 kali.

sampai pada saat stroke yang ke 9 dibawa lagi ke rs tetapi

di minta di bawa kerumah saja kembali atas pertimbangan

kami sekeluarga.

pada saat itu seluruh keluarga bersedih termasuk istri

saya,kakak ipar kami atas saran teman nya datang ke

rumah orang pintar di depok, lalu diberilah air untuk

mertua kami agar ilmu nya luntur dan mudah saat sakratul

maut, ke ajaiban terjadi sang oran pintar berkata jumat besok

bapak mu pasti sampai ajal nya.

(cerita istri saya karena dia ikut)

hari selasa air di berikan hari jumat di tunggu .. masyaallah

hari jumat malah segar bugar dan kembali sehat .

keluarga mertua datang lagi hari sabtu ke orang pintar

tadi dan

alangkah terkejut nya mereka bahwa orang pintar

itu malah wafat di hari jum at yang ia sebutkan ke pada

orang tua kami.

lalu saya pribadi menasehati istri saya dengan pelajaran

adab birulwalidain. bahwa berbakti kepada orangtua bukan

seperti itu cara nya meminta orang pintar agar ajal

orantua kita sampai itu nama nya durhaka pada orang tua ,

lalu istri saya beristghfar dan sholat taubat atas

keikutsertaan nya beberapa waktu lalu..

dan persis 3 minggu kemudian mertua saya sakit lagi,

kali ini saya ajak istri saya masuk ke kamar orangtua nya

yang sakit ,lalu saya bicara ke orantua kami …

boleh kah kami menyaksikan ayah membaca 2

kalimahsyahadat ?..

karena kami ingin menjadi saksi di akhirat kelak bila Ada

yang bertanya siapa yang menyaksikan ayah bersyahadat

maka kami dan keturunan ayah yang lain akan datang

memperkuat kesaksian di hadapan Allah taala.

subhanallah ayah kami tersenyum dan ia berkata kata

Asyhadu alla Ilaha illah wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah

ia menjelaskan sepanjang usia nya karena ilmu kajawan

yang ia miliki ia tidak sholat , dan ia berkata ajari saya…

saya minta ayah untuk membaca istighfar lalu membaca

sholawat lalu saya dan istri membaca surah yasin untuk

orang tua kami yang udzur.

sepeninggal kami tepat jam 3 pagi tiba 2 ayah kami berteriak ….

walaikumsalam!!!!

walaikumsalam!!!

walaikumsalam!!!

kami terkejut dan langsung lari ke kamar dan kaget ayah kami seperti mempersilahkan orang yang banyak sekali masuk ke kamar nya sambil tersenyum..

istri saya bilang ayah kenapa ? bang..

saya jelaskan ayah sedang mengingau saja karena hawatir

istri menjadi takut maklumlah perempuan ..

kejadian ayah kami bersyahadat terjadi di hari selasa dan

tepat di hari jumat pada saat adzan hari jumat

jam 12 siang ayah kami tercinta di panggil Allah SWT

allahuma yaa karim…………….

persiapan di mulai amil dan keluarga tercinta berdatangan ..

kain kafan sudah di siapkan …

setelah jenazah di mandikan kain kafan di sandingkan
tiba tiba amil berkata …

mas buat tutup bagian kepala almarhum masih kurang

kalau punya kain putih yang bersih tolong di usahakan..

dalam keadaan duka saya belajar tersenyum karena kata

nabi senyum di saat susah adalah tanda sabar.

tiba tiba saya di illhamkan untuk naik kekamar saya di

lantai 2 dan mengambil surban hadiah dari hadratusyaikh

misbahul anam atturmudzi assyafii attijani yang berwarna

putih tidak terpikir apa apa kecuali mengambil dan

menyerahkan kepada amil yang mengurus jenazah..

setelah saya adzan dan iqomah di liang lahat kami pun

pulang persis adzan magrib hari jumat acara pemakaman

selesai.

antara setengah sadar saya bertanya ke pada amil yang

mengurus jenazah…..

tadi sorban ane yang di minta di taruh di mana ustadz??

amil bilang ..

sorban ente yang mane?..

tadi ustadz minta kain putih abis itu di taroh di mana tadz?

amil bilang lah kalo kain putih yang antum kasih udah ane

pakein di kepala almarhum kan tadi kain putih nya kurang..

(baru saya tersadar bahwa surban hadiah syaikh misbanul anam atturmudzi asyyafii attijani ternyata menemani ayahanda tercinta dalam kubur nya)

saya bersyukur pada Allah SWT mendapat karunia hadiah tanda cinta mursyid tercinta sebuah surban yang selama ia shalat , berzikir shalawat fatih & shalawat jauharatul kamal selama berdakwah.
kemudian assyaikh lepaskan dan hadiahkan kepada kami lalu belaiau pasangkan sambil berkata saya ijazahkan surban ini untuk menghidupkan sunnah nabi SAW.

dan sekarang menemani ayahanda tercinta dalam ke abadian.

semoga rahmat Allah taala tercurah ke pada guru guru kami yang mengajarkan adab & mengajarkan birulwalidain kapada orantua kami.

semoga cerita ini dapat di ambil hikmah nya>
(manusia_bodoh)

Iklan

3 responses »

  1. Subhanallah
    walhamdulillah
    wa laa ilaha illallah
    wallahu Akbar
    laa hawla walaa quwwata illa billah…
    trima kasih tlh berbagi pengalaman,smg bs menjadi pelajaran bg kami
    wassalam

Salam Barokah Nur Muhammad

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s