SEBUAH RENUNGAN PENCIPTAAN ……….

Standar

atok bujang Says:
11 January 2011 at 16:10

SEBUAH RENUNGAN PENCIPTAAN ……….

Pada malam Raibul Ruyub yaitu dalam keadaan antah-berantah pada zat,Semata-mata,pada belum ada awal dan belum ada akhir,belum ada Bulan dan belum ada Matahari,belum ada bintang belum ada sesuatu.

Malahan belum ada Tuhan yang bernama Allah,maka dalam keadaan ini,diri yang punya zat tersebut ialah Mentajalikan diri-nya untuk memuji diri-nya.

Lantas Tajali-nyalah Nur Allah dan kemudian ditajali-nya pula Nur Muhammad Yaitu Insan Kamil, yang pada peringkat ini dinamakan Anta Ana,Ana Anta.

Maka yang punya zat bertannya kepada Nur Muhammad dan sekalian Roh untuk menentukan kedudukan dan taraf hamba.
Lantas ditanyakan kepada Nur Muhammad.

Aku ini Tuhanmu ? Maka jawablah Nur Muhammad yang mewakili seluruh Roh,
Ya…Engkau Tuhanku.

Persaksian ini dengan jelas diterangkan dalam
Al-Qur’an surat Al-Araf 172…

ALASTUBIRABBIKUM,QOOLU BALA SYAHIDNA….
Artinya : Bukan aku ini tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami,Kami menjadi Saksi.

Selepas pengakuan atau persumpahan Roh ini dilaksanakan.

maka bermulalah Era baru di dalam perwujudan Allah SWT.

seperti firman Allah dalam Hadits Qudsi…….

“Aku suka mengenal diriku, lalu aku jadikan mahkluk ini dan aku perkenalkan diriku.

Apa yang dimaksud dengan mahkluk ini ialah : Nur Muhammad sebab seluruh kejadian alam maya ini dijadikan daripada Nur Muhammad.

Tujuan yang punya zat mentajalikan Nur Muhammad adalah untuk memperkenalkan diri-nya sendiri dengan diri Rahasianya sendiri,
Maka diri Rahasianya itu adalah ditanggung dan diakui Amanah Nya oleh suatu kejadian yang bernama …
Insan yang bertubuh diri bathin (Roh) dan diri bathin itulah diri manusia,atau Rohani.

FIRMAN ALLAH DALAM HADITS QUDSI ;
AL-INSAANU SIRRI WA-ANA SIRRUHU
Artinya : Manusia itu Rahasiaku dan akulah yang menjadi Rahasianya.
Jadi yang dinamakan manusia itu ialah : karena IA MENGANDUNG RAHASIA.

Dengan perkataan lain manusia itu mengandung Rahasia Allah taala.

Karena manusia menanggung Rahasia Allah taala maka manusia harus berusaha mengenal dirinya,dan dengan mengenal dirinya manusia akan dapat mengenal tuhannya,
sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada yang punya diri pada waktu dipanggil oleh Allah SWT.
yaitu tatkala berpisah Roh dengan jasad.

Firman Allah dalam surat An-nisa ayat 58 SBB:
INNALLAHA YAK MARUKUM ANTU ABDUL AMANATI ILAAHLIHA.
Artinya :Sesunggunya Allah memerintahkan kamu supaya memulangkan amanah kepada yang berhak menerimanya. (Allah SWT).

Hal tersebut diatas dipertegas lagi oleh Allah taala dalam Hadits Qudsi :
MAN ARAFA NAFSAHU,FAQAT ARAFA RABAHU.

Artinya… Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal tuhannya.

Dalam menawarkan tugas yang sangat berat ini,Pernah ditawarkan Rahasia-nya itu kepada Langit,Bumi dan Gunung-gunung tetapi semuanya tidak sanggup menerimanya.

semoga kita dapat mengambil hikmah nya.
wassalamualaikum

Salam Barokah Nur Muhammad

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s