Renungan Al-ahzab…

Standar

Yā ‘Ayyuhā Al-Ladhīna ‘Āmanū Adhkurū Ni`mata Allāhi `Alaykum ‘Idh Jā’atkum Junūdun Fa’arsalnā `Alayhim Rīĥāan Wa Junūdāan Lam Tarawhā Wa Kāna Allāhu Bimā Ta`malūna Başīrāan.
‘Idh Jā’ūkum Min Fawqikum Wa Min ‘Asfala Minkum Wa ‘Idh Zāghati Al-‘Abşāru Wa Balaghati Al-Qulūbu Al-Ĥanājira Wa Tažunnūna Billāhi Až-Žunūna

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni’mat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.
(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.
(QS. 33:9-10)

Syahdan Tak seorang pun di seantero jazirah Arab yang tidak mengenal Amr bin Abda Wudd. Namanya sudah masyhur sebagai seorang ksatria ahli tarung di kalangan bangsawan Quraisy.
Dia terkenal mahir bertarung dengan tombak dan pedang. Tubuhnya besar, tegap, dan berwajah bengis. Ketenarannya dalam berduel memang sukar dicari tandingannya. Ketika perang Khandaq berlangsung, Amr merupakan salah seorang tokoh Quraisy yang bergabung di dalam tentara sekutu (Al-Ahzab) yang bertujuan memusnahkan kaum Muslim dan Islam.
Dia juga merupakan salah seorang yang berhasil dengan kudanya meloncati parit lebar yang dibuat kaum Muslim.
Sesampai di seberang Amr bin Abda Wudd berteriak : ”Siapa di antara pengikut Muhammad yang berani berduel denganku?!”
Tantangan yang didengar kaum Muslim membuat kebanyakan para sahabat Nabi kecut.
Mereka mengenal betul siapa Amr bin Abda Wudd. Suasana menjadi hening dan mencekam.
Amr menunggu kedatangan “jagoan” kaum Muslim yang bersedia bertaruh nyawa dengannya. Namun tak seorang pun dari barisan kaum Muslim muncul dan maju menjawab tantangan Amr.
Allah SwT menggambarkan rasa takut para sahabat Nabi saat itu dengan begitu gamblang : “Ketika mereka (tentara al-Ahzab) datang kepada kalian dari atas dan dari bawah kalian, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan dan hati kalian naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kalian menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan dengan goncangan yang sangat.” (QS Al-Ahzab [33] : 10)

Sementara Imam Ali as gelisah, karena tak seorang pun dari sahabat Nabi yang menanggapi tantangan Si JagoanQuraisy. Imam Ali as segera berkata kepada Rasulullah Saw, ”Wahai Rasulullah, izinkan aku maju melawan Amr!”
Rasulullah tidak menghiraukan kata-kata Imam Ali seraya melihat ke segenap wajah-wajah sahabatnya yang tampak pucat-pasi. Imam Ali menunggu jawaban Nabi Saw, tetapi Nabi malah mengatakan, ”Duduklah kamu”
Terdengar lagi suara lantang Amr menggelegar seolah memenuhi langit Madinah:
”Mana orang-orang Muslim yang ingin masuk surga, mari kuantar kalian ke surga lewat pedangku ini!!”
Ejekan Amr tersebut membuat hati Imam Ali semakin panas, dan sekali lagi beliau berkata kepada Rasul, ”Izinkan aku berduel dengannya, wahai Nabiyallah!”
Rasulullah kembali menoleh ke deretan wajah-wajah pucat sahabat-sahabatnya, seolah tidak mendengarkan permintaan Imam Ali dan berkata lagi kepada Imam Ali, ”Duduklah kamu”. Ali bin Abi Thalib menaati titah Rasul Saw dan kembali duduk.
Di dalam suatu riwayat, Amr bin Abda Wudd mulai kesal, karena menunggu tantangannya yang tidak dipenuhi, dia mendengus marah, lalu Amr memotong salah satu kaki kudanya dan melemparkannya ke arah barisan pasukan kaum Muslim sambil berteriak :
”Hei!!! Apakah kalian takut dan ragu atas keyakinan kalian sehingga kalian enggan memenuhi tantanganku atau jangan-jangan kalian tidak lagi percaya akan keberadaan surga?”
Potongan kaki kuda yang jatuh tepat di hadapan para sahabat Nabi serta ringkikan kuda yang memelas karena derita yang dialaminya makin menambah rasa gentar di hati mereka. Tetapi tidak dengan Rasul Saw dan Imam Ali as.
Rasulullah Saw masih menunggu respon sahabat-sahabatnya untuk bangkit memenuhi tantangan Amr, tetapi tak seorang pun dari mereka yang bahkan berani memandang wajah Rasulullah Saw.
Ali pun kembali meminta izin Nabi, ”Wahai Rasulullah, izinkan aku menutup sesumbar mulutnya dengan pedangku. Aku yakin aku dapat membunuhnya dengan izin Allah”. Setelah merasa kecewa karena tak seorang pun sahabatnya yang berani turun ke gelanggang tempur, akhirnya Rasulullah Saw mengizinkan Imam Ali as maju untuk berduel dengan Amr bin Abda Wudd.
Inilah pertempuran yang sangat sangat menentukan kelangsungan hidup dakwah Islam. Di dalam banyak riwayat disebutkan bahwa begitu Imam Ali as berdiri dan berlari menyongsong Amr bin Abd Wudd, wajah Rasulullah Saw tampak tegang. Beliau berdoa kepada Allah Swt “Allahumma hadzaa ‘Aliyyun akhi wabna ‘ammiy falaa tadzarniy wahdan wa ‘alaika tawakkaltu!”
“Ya Allah, ini Ali saudaraku, putra pamanku. Jangan engkau biarkan aku seorang diri tanpa dia. Hanya kepada-Mu-lah aku bertawakkal”

Imam Ali berlari mendatangi Amr bin Abda Wudd. Mereka berhadap-hadapan.
“Siapa kamu anak muda ?” tanya Amr dengan suara khasnya yang berat.
“Aku Ali putra Abi Thalib!” jawab Imam Ali tegas.
“O, ternyata kau putra Abi Thalib. Sebaiknya kau kembali ke pasukanmu. Aku tidak tega membunuhmu.”
“Wahai Amr, engkau telah berjanji kepada Tuhan bahwa tak ada seorang Quraisy yang memberimu dua pilihan tanpa engkau pilih salah satunya.” Suara Imam Ali terdengar bening.
“Betul!” jawab Amr, ”Pilihan apa itu?”
“Aku menyerumu untuk menerima Islam dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya!”
“Aku tidak mau!” tegas Amr sambil tersenyum sinis
“Kalau begitu kita bertarung!” kata Imam
“Kembalilah, aku dan ayahmu bersahabat baik, dan aku pun enggan membunuhmu!”
“Demi Allah, sebaliknya aku tidak enggan membunuhmu!” jawab Imam Ali tegas dan jelas.
Mendengar kata-kata Imam Ali terakhir ini, Amr menjadi murka.
“Engkau ingin membunuhku?” Amr maju mendekati Imam Ali dengan pedangnya yang terhunus. Amr masih menganggap enteng Imam Ali yang dianggapnya masih terlalu muda untuk berhadapan dengannya yang sudah sangat berpengalaman dalam bertempur.
Imam Ali mencabut pedang Dzulfiqar.
Tak lama setelah itu mereka berduel. Debu mengepul.
Beberapa lama setelah itu terdengar seruan Allahu Akbar, dan tampak tubuh Amr bin Abda Wudd tewas tersungkur dengan bahu terbelah. Melihat kemenangan berada di tangan Imam Ali, seluruh kaum Muslim bersorak sorai dan meneriakkan takbir, ”Allahu Akbar!!Laa hawla wa laa quwwata illa billah
!”
Wajah Rasulullah saw berseri-seri melihat keberhasilan Imam Ali memenangkan pertarungan. Setelah bersujud syukur di atas tanah, beliau berucap, ”Laa saifa illa Dzulfiqar wa laa fataa illa ‘Ali!!!” “Tidak ada pedang kecuali pedang Dzulfiqar dan tidak ada pemuda segagah Ali!”
Filosof Muslim terkemuka, Ibn Sina, mengatakan,”Sayyidina Ali dan Al-Qur’an merupakan dua mukjizat Muhammad Rasulullah Saw!”
Laa hawla wa laa quwwata illa billah
Laa hawla wa laa quwwata illa billah
Laa hawla wa laa quwwata illa billah

(menangis Haru)

23 responses »

  1. allohu akbar la haula wa laa quwwata billah,,,
    salam tazim selalu guru,,,salam hangat teruntuk ikwan ahlul solawat,,,
    allohumma solli alaa sayyidina muhammadin…
    :senyum:

  2. Islam akan tetap jaya bila di dunia ini ada seseorang yg mirip dengan sayyidina Ali kwj..
    Allahu Akbar..!Islam akan tetap jaya bila di dunia ini ada seseorang yg mirip dengan sayyidina Ali kwj..
    Allahu Akbar..!

  3. subhanallah….
    menurut kami pelajaran yg dapat dipetik dari kisah diatas adalah tidak ada yang tidak mungkin menurut allah…. logika manusia tidak akan mampu melawan kehendak allah…
    subhanallah… mudah2an sanad dan silsilah keilmuan yang kita dapat ijazah dari mursid yg bersumber jelas dari kanjeng nabi, shabat ali sampai kita mudah2an dapat mempertebal keimanan kita dan kita semakin cinta kepada allah dan rosullnya
    insyaallah…

  4. assalamualaikum……… kerabat kdb smua

    salam berkah nur muhammad……

    lama ga ol, maklum….. hp rusak data ilang smua……

    ni ol lwt komptr kantor…..

  5. Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh …….
    @ Abang guru Zainul : Salam Takdzim dan sungkem
    @ All kerabat KDB : Salam hangat penuh persaudaraan …
    @ Nyimaaak …

    ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD

    Salam Barokah Nur Muhammad,
    Shollu’ala nabij. …..

    -senyum-

  6. Waalaikumsalam naga buana.
    Abang palui salim bang,semoga selalu sehat bersama keluarga.
    .
    Sholu ‘alah nabiy…

  7. Wa alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh …
    ( Jawab salam)
    Salam salim semuanya keluarga KDB Tanpa terkecuali
    Absen malam…
    ijin nyimak di belakang Bang Repati ugau
    ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD

    Salam Barokah Nur Muhammad,

  8. Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh …….
    @ guru atok bujang: Salam Takdzim dan sungkem
    @ All kerabat KDB : Salam hangat penuh persaudaraan
    ikut absen dan nyimak
    ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD

  9. …”Waktu kamu lahir,
    kamu menangis dan
    orang-orang di sekelilingmu tersenyum..
    Jalanilah hidupmu
    sehingga pada waktu kamu meninggal,
    kamu tersenyum…
    dan orang-orang di sekelilingmu menangis…..
    .
    Sholu ‘alah nabiy…..
    .
    _senyum_

  10. Dari Kitab az-Zuhd, Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda….

    Allahu tabaraka wa ta’ala berfirman…

    “Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang dia mempersekutukan diriku dengan selain Aku maka Aku tinggalkan dia bersama dengan kesyirikannya.” (HR. Muslim)

    semoga Allahu taala membimbing kita selalu dalam jalan rahmat dan ridho – NYA

    amin

Salam Barokah Nur Muhammad

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s